Kamis, 12 November 2009

NIKMATNYA BERDAKWAH, BEGITU TERASA KETIKA TAK ADA JEDA

TAK MENGENAL ISTIRAHAT DALAM BERDAKWAH. Kelelahan dan keletihan dalam semua aktifitas dakwah merupakan bagian dari sebuah pembuktian diri atas keimanan. Meski Ekonomi dan kehidupan sosial memiliki magnet kuat utk memaksa kita Rehat sejenak.Dakwah, alirannya yang tak boleh berhenti, meski sesaat....... Saudaraku Banyak sekali momentum yang sudah kita lalui bersama. Pekan demi pekan, Bulan demi Bulan, Tahun demi Tahun, Masa demi Masa..... silih berganti momentum-momentum kebaikan itu hadir menempa kepribadian kita.

SOSOK pribadi itu kini telah siap utk menjalani perannya bersama dakwah ini, untuk melayani UMMAT, Memimpin dan Melindungi Bangsa ini. Tak ada sedetikpun terbersit untuk kembali mundur ke belakang, atau berbelok sekedar memperkaya diri dan melacur jabatan. Rahim tarbiyah ini terus menjaganya dg begitu kuat menghadapi benturan fitnah dan intimidasi. sebagaimana Rahim Ibu yang kokoh menjaga janin yang berada didalamnya. Rahim ibu yang memberikan asupan nutrisi keimanan yang begitu deras. Rahim yang pada masanya, akan memaksa kita utk keluar setelah 9 bulan 10 hari. untuk lebih berkiprah, tumbuh dan berkembang.

Saudaraku... Aktifitas Siyasi harus terus kita gesa... kita dorong... kita tumbuh kembangkan...
seiring dengan itu sudah pasti beriringanlah aktifitas tarbawy..... Kerinduan kita bertemu, meski hanya setiap pekan.... Kerinduan ini harus selalu kita pupuk.... Tak ada agenda penting, yang melebihi perjumpaan kita ini....

Setiap pekan bertemu, dan terus bergerak dan berjuang. Berbagai agenda kita hadiri, berbagai buah pikiran dan pendapat kita sumbangkan, berbagai potensi kita berikan bersama dakwah ini. Cukup Allah SWT menjadi Saksi atas semuanya.

Dan kita akan terus memberikan yang terbaik, sampai Allah SWT memberikan kesempatan kita untuk rehat di tempat yang istimewa. REHAT saat nyawa tak lagi ada. REHAT bersama Lapang dan terangnya kubur kita. REHAT bersama nikmatnya SURGA.

Saudaraku... Ada Saat Perjumpaan yang selalu kita rindukan.