Jumat, 14 Agustus 2009

di KOTA CIREBON, Bagian dari Skenario Alloh SWT

Dalam Perjalanan Hidup, selalu SKENARIO ALLOH SWT, adalah yang terbaik.

Manusia mampu untuk mendesign berbagai bentuk skenario untuk hidup nya, masa kini dan masa depan. Namun tetap ,dalam kemampuannya, terdapat ruang kedhoifan/kelemahan yang teramat sangat. Oleh karena itu bersandarlah pada yang mampu menjamin semuanya dapat berjalan sesuai skenario kita. Alloh SWT, yang akan memberikan jaminan kesuksesan skenario hidup kita.

Ramadhan tahun ini hanya tinggal beberapa langkah lagi. Setiap gerak langkah menuju kesana, sebaiknya mulai berorientasi penguatan diri (Mental-Emosional-Sporotual-Fisik-Fikiran-Finansial) agar mampu mengarungi Ramadhan dengan penuh keberkahan. Setidaknya Itikaf 10 hari terakhir nanti bisa fokus dan sukses. Menjemput Skenario -Nya untuk Kebahagiaan dunia - akhirat.

Lama merantau ke Kota Jambi, Sumatera. akhirnya 3 tahun terakhir ini, kami hinggap di Kota Cirebon. Ramadhan kali ini berarti Ramadhan yang ketiga di Kota Wali yang masih kental percampuran nilai Islam dan Budaya, hingga dekat dengan kemusyrikan. Klenik - Tahayul - Ajimat - Keraton dan Sesajen mewarnai kehidupan bermasyarakatnya.

Semoga Dakwah Islam ke depan mampu menyelamatkan ummat, dan memurnikan aqidahnya. Amin




Bersama HPA Indonesia

Perjalanan bersama HPA di Indonesia telah kami lalui bertahun-tahun dengan penuh rasa Syukur dan Semangat Dakwah. Bukan besarnya bonus yang menjadi orientasi puncak, namun jalinan silaturahim dan bekalan bisnis keluarga untuk menghadapi masa yang akan datang. Masa bagi anak-anak tumbuh dengan jiwa enterpreneurship dan positive thinking about rizki dan semua ketentuan Nya.

Dalam periode tahun 2009 ini, HPA Indonesia dihadapkan pada sebuah pilihan yang berat akan "Perceraian" antara HPA Malaysia dan "Assabiqunal awwalun, pejuang-pejuang yang telah merintis HPA Indonesia hingga kondisi puncak seperti saat ini yang semuanya di gawangi Keluarga Kms Taufik" Wallohualam, sebuah perasaan seorang member yang jauh dari memperhatikan dinamika manajemen, menyaksikan pemandangan yang menyedihkan atas "Perceraian" tersebut.

"Habis Manis, Sepah Dibuang" mungkin sebuah ungkapan yang memberikan banyak tafsiran
tentang siapa yang terdzolimi dan siapa yang mendzolimi. Tentang Siapa yang merugikan dan siapa yang dirugikan.

Semoga tidak terjadi lagi dalam semangat perjuangan kita di HPA.