TAK MENGENAL ISTIRAHAT DALAM BERDAKWAH. Kelelahan dan keletihan dalam semua aktifitas dakwah merupakan bagian dari sebuah pembuktian diri atas keimanan. Meski Ekonomi dan kehidupan sosial memiliki magnet kuat utk memaksa kita Rehat sejenak.Dakwah, alirannya yang tak boleh berhenti, meski sesaat....... Saudaraku Banyak sekali momentum yang sudah kita lalui bersama. Pekan demi pekan, Bulan demi Bulan, Tahun demi Tahun, Masa demi Masa..... silih berganti momentum-momentum kebaikan itu hadir menempa kepribadian kita.
SOSOK pribadi itu kini telah siap utk menjalani perannya bersama dakwah ini, untuk melayani UMMAT, Memimpin dan Melindungi Bangsa ini. Tak ada sedetikpun terbersit untuk kembali mundur ke belakang, atau berbelok sekedar memperkaya diri dan melacur jabatan. Rahim tarbiyah ini terus menjaganya dg begitu kuat menghadapi benturan fitnah dan intimidasi. sebagaimana Rahim Ibu yang kokoh menjaga janin yang berada didalamnya. Rahim ibu yang memberikan asupan nutrisi keimanan yang begitu deras. Rahim yang pada masanya, akan memaksa kita utk keluar setelah 9 bulan 10 hari. untuk lebih berkiprah, tumbuh dan berkembang.
Saudaraku... Aktifitas Siyasi harus terus kita gesa... kita dorong... kita tumbuh kembangkan...
seiring dengan itu sudah pasti beriringanlah aktifitas tarbawy..... Kerinduan kita bertemu, meski hanya setiap pekan.... Kerinduan ini harus selalu kita pupuk.... Tak ada agenda penting, yang melebihi perjumpaan kita ini....
Setiap pekan bertemu, dan terus bergerak dan berjuang. Berbagai agenda kita hadiri, berbagai buah pikiran dan pendapat kita sumbangkan, berbagai potensi kita berikan bersama dakwah ini. Cukup Allah SWT menjadi Saksi atas semuanya.
Dan kita akan terus memberikan yang terbaik, sampai Allah SWT memberikan kesempatan kita untuk rehat di tempat yang istimewa. REHAT saat nyawa tak lagi ada. REHAT bersama Lapang dan terangnya kubur kita. REHAT bersama nikmatnya SURGA.
Saudaraku... Ada Saat Perjumpaan yang selalu kita rindukan.
Kamis, 12 November 2009
Jumat, 14 Agustus 2009
di KOTA CIREBON, Bagian dari Skenario Alloh SWT
Dalam Perjalanan Hidup, selalu SKENARIO ALLOH SWT, adalah yang terbaik.
Manusia mampu untuk mendesign berbagai bentuk skenario untuk hidup nya, masa kini dan masa depan. Namun tetap ,dalam kemampuannya, terdapat ruang kedhoifan/kelemahan yang teramat sangat. Oleh karena itu bersandarlah pada yang mampu menjamin semuanya dapat berjalan sesuai skenario kita. Alloh SWT, yang akan memberikan jaminan kesuksesan skenario hidup kita.
Ramadhan tahun ini hanya tinggal beberapa langkah lagi. Setiap gerak langkah menuju kesana, sebaiknya mulai berorientasi penguatan diri (Mental-Emosional-Sporotual-Fisik-Fikiran-Finansial) agar mampu mengarungi Ramadhan dengan penuh keberkahan. Setidaknya Itikaf 10 hari terakhir nanti bisa fokus dan sukses. Menjemput Skenario -Nya untuk Kebahagiaan dunia - akhirat.
Lama merantau ke Kota Jambi, Sumatera. akhirnya 3 tahun terakhir ini, kami hinggap di Kota Cirebon. Ramadhan kali ini berarti Ramadhan yang ketiga di Kota Wali yang masih kental percampuran nilai Islam dan Budaya, hingga dekat dengan kemusyrikan. Klenik - Tahayul - Ajimat - Keraton dan Sesajen mewarnai kehidupan bermasyarakatnya.
Semoga Dakwah Islam ke depan mampu menyelamatkan ummat, dan memurnikan aqidahnya. Amin
Bersama HPA Indonesia
Perjalanan bersama HPA di Indonesia telah kami lalui bertahun-tahun dengan penuh rasa Syukur dan Semangat Dakwah. Bukan besarnya bonus yang menjadi orientasi puncak, namun jalinan silaturahim dan bekalan bisnis keluarga untuk menghadapi masa yang akan datang. Masa bagi anak-anak tumbuh dengan jiwa enterpreneurship dan positive thinking about rizki dan semua ketentuan Nya.
Dalam periode tahun 2009 ini, HPA Indonesia dihadapkan pada sebuah pilihan yang berat akan "Perceraian" antara HPA Malaysia dan "Assabiqunal awwalun, pejuang-pejuang yang telah merintis HPA Indonesia hingga kondisi puncak seperti saat ini yang semuanya di gawangi Keluarga Kms Taufik" Wallohualam, sebuah perasaan seorang member yang jauh dari memperhatikan dinamika manajemen, menyaksikan pemandangan yang menyedihkan atas "Perceraian" tersebut.
"Habis Manis, Sepah Dibuang" mungkin sebuah ungkapan yang memberikan banyak tafsiran
tentang siapa yang terdzolimi dan siapa yang mendzolimi. Tentang Siapa yang merugikan dan siapa yang dirugikan.
Semoga tidak terjadi lagi dalam semangat perjuangan kita di HPA.
Langganan:
Postingan (Atom)

